Tuesday, November 24, 2015

Penemuan Sangat Penting Yang Hilang Begitu Saja

Gusdi20 - Manusia berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menemukan terobosan terobosan baru dalam segala bidang yang kami percaya semua itu dilakukan untuk mempermudah dan menolong manusia dalam menjalani kehidupan. Pengharapan akan hidup yang lebih baik membuat para ilmuwan ini bekerja dengan luar biasa bahkan melebihi apa yang kita bayangkan. Namun sayangnya sahabat anehdidunia.com, beberapa penemuan yang sangat baik ini tidak berakhir bahagia seperti yang kita harapkan bahkan keberadaannya tidak berbekas hingga saat ini. Berikut penemuan sangat penting yang hilang begitu saja versi anehdidunia.com
Penemuan Meriam Laser Tesla
www.anehdidunia.com
Nikola Tesla menolak memberikan senjata temuannya karena alasan kedamaian dunia via boombastis.com
Nikola Tesla adalah salah satu penemu paling brilian. Banyak dari karyanya yang kita manfaatkan sampai sekarang terutama di bidang elektronik dan kelistrikan. Nah, selain menemukan penemuan-penemuan bermanfaat itu, konon Tesla juga menciptakan sebuah meriam laser. Pria asal Amerika ini bahkan mengatakan jika laser tersebut mampu menembak jatuh sebuah pesawat dari jarak 322 kilometer. Hal ini pun membuat para penguasa dunia tertarik, namun Tesla menolaknya dengan alasan kedamaian. Ya, pria ini takut jika senjatanya malah akan membuat kerusakan besar. Padahal di sisi lain, senjata tersebut mungkin saja membuat sejarah berubah.

Penemuan Sloot Digital Coding System
www.anehdidunia.com
Romke Jan Bernhard Sloot via anehtapinyata.net
Pada awal tahun1990an, seorang ilmuan bernama lengkap Romke Jan Bernhard Sloot yang lahir pada 27 Agustu 1945, telah menciptakan sebuah cara pengompresan file digital yang sangat mencengangkan, bagaimana tidak, file berukuran 10 giga bisa dia kompres menjadi hanya berukuran 8 kilobyte saja, dan itupun tanpa penurunan dari kualitasnya. Meskipun rasanya hal tersebut tidak mungkin dan banyak pihakpun meragukan dirinya. Namun ada investor yang tertarik dengan penemuannya tersebut, perusahaan Phillips ingin bekerjasama lebih lanjut dengan Jan Sloot. Saat penandatanganan kerja sama akan dimulai, tiba-tiba Sloot mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Disket tempat dia menyimpan program rahasianya tersebut juga ikut menghilang sampai sekarang. Dan manusia sampai sekarang belum mampu menciptakan apa yang konon telah dbuat Sloot.
Material Starlite


Starlite ditemukan pada tahun 1980an oleh seorang ilmuwan amatir bernama Maurice Ward. Benda ini adalah semacam material kimia yang konon tidak akan bisa dihancurkan dengan mudah. Bahkan dikatakan jika Starlite tidak akan lecet sedikitpun oleh dampak bom nuklir. Bahan kimia ini bentuknya semacam plastik namun disusun oleh material kompleks kombinasi 21 bahan polimer organik dan sedikit keramik. Untuk menguji kekuatannya, sebuah telur dilapisi dengan Starlite di bagian luarnya. Lalu kemudian dibakar dengan suhu 1.200 derajat celcius. Alih-alih pecah, telur tersebut seperti tak mengalami apa pun.
Di pengujian yang lain, bahan ini ditembak langsung dengan laser 10 ribu derajat celcius. Ia pun bisa bertahan tanpa mengalami kerusakan apa pun. Keunikan lain Starlite, ia sangat ringan dan bisa diaplikasikan dengan berbagai bentuk. Cair, pasta, atau padat. Tak cukup dengan itu, Starlite poison free alias tidak beracun sama sekali. Meskipun demikian hebat, siapa sangka banyak orang yang memandang sebelah mata material ini. Ward sendiri bukannya diam, ia juga ngotot mengatakan jika bahan ini akan berguna. Sayangnya, kegigihannya masih dianggap angin lalu. Akhirnya Starlite pun hilang bersama kematian Ward di tahun 2011.
Teknologi Ogle Carburetor

www.anehdidunia.com
Tome Ogle dengan Carburetor temuannya via atomica.com
Di industri otomotif saat ini muncul istilah fuel injection. Mekanismenya sendiri sangat panjang dan kompleks. Intinya teknologi ini mampu untuk membuat kendaraan bermotor jauh lebih hemat bahan bakarnya. Meskipun baru-baru ini booming, namun teknologi ini sudah ditemukan di tahun 1970an oleh seorang mekanik bernama Tome Ogle. Meskipun ditemukan lebih dahulu, teknologi fuel injection milik Ogle jauh lebih keren. Percaya atau tidak, teknologi yang dibuatnya bisa membuat kita hanya perlu mengeluarkan satu liter bahan bakar untuk 42 kilometer.
Perbandingan ini juga pernah diuji coba oleh Ogle sendiri dengan mengendarai sebuah mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi buatannya itu. Menempuh jarak 322 kilometer, Ogle hanya butuh 7,5 liter saja. Hal ini pun jadi berita buruk bagi para pengusaha minyak. Ogle pun pernah ditawari jutaan dolar asal ia tidak bikin mesin seperti ini lagi. Namun dengan tegas pria ini menolaknya. Hingga akhirnya pada tahun 1981 Ogle ditemukan mati dengan kepala tertembus peluru. Tanpa perlu menunggu penyelidikan FBI atau CIA kita sudah tahu siapa yang melakukannya. Sayangnya, cetak biru mesin injeksi Ogle hilang jejaknya dan tidak pernah ditemukan.
Mesin Chronovisor

www.anehdidunia.com
foto yang dikatakan berasal dari Mesin Chronovisor via environment-clean-generations.blogspot.com
Keberadaan mesin waktu menjadi sesuatu yang masih diperdebatkan hingga kini. Ilmuwan mengatakan hal ini mustahil untuk diciptakan, sedangkan yang lain mengatakan kebalikannya. Walaupun untuk menemukannya akan memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Percaya tidak percaya, mesin seperti ini ternyata sudah tercipta di tahun 1950 oleh seorang pendeta Vatikan bernama Pellegrino Ernetti. Ernetti menjelaskan jika mesin ini berbentuk lemari seukuran orang dewasa yang dioperasikan dengan tombol-tombol. Pria ini sendiri juga merupakan seorang ilmuwan yang bahkan menjadi guru bagi fisikawan terkenal macam Enrico Fermi atau Wernher von Braun.
Chronovisor ini tidak bisa untuk meloncat ke masa depan, namun ia bisa ke waktu yang sudah lewat. Bahkan Ernetti membuktikan hal tersebut dengan sebuah foto Yesus ketika disalip. Sepeninggal Ernetti, para tetua Vatikan pun memutuskan untuk menghancurkan mesin ini tanpa berpikir untuk menyalin semua mekanisme atau algoritmanya. Mereka mengatakan jika mesin ini terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Seandainya saja Chronovisor masih ada mungkin akan banyak sejarah kelam yang bisa diubah.
Sangat disayangkan bukan? Padahal jika teknologi tersebut berhasil diimplementasikan pasti akan banyak hal yang terjadi. Mungkin saja kita bisa mengungkap kontroversi sebuah sejarah lewat Chronovisor, atau mungkin tak perlu antri BBM karena sudah mengaplikasikan Ogle Carburetor di mesin motor kita. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu atau mulai melakukan penelitian ulang tentang ini yang mungkin saja akan baru bisa ditemukan bertahun-tahun lagi.
 

Masukan Email Anda Disini Untuk Berlangganan Artikel Kami:

Delivered by FeedBurner

Thursday, November 12, 2015

7 Tempat Wisata Indonesia yang Serupa dengan Tempat di Negara Lain


Gusdi20 - Hanya dengan menutup mata dan membayangkan pesona alam Indonesia, kamu akan dibuat jatuh cinta tanpa celah setiap harinya. Pantai-pantai cantik dengan pasir putih nan hangat, aroma laut yang begitu bersih, puncak-puncak gunung agung yang menawarkan eksotisme ketinggian, hingga suara belantara yang begitu membius.
Kalau ditanya soal pilihan destinasi di Indonesia, panjangnya akan bersaing dengan danau Baikal di Rusia sana. Menentukan satu tempat, maka kamu pun menentukan sensasi perjalanan apa yang hendak dijajal. Namun kalau diperhatikan, Indonesia punya pilihan tempat-tempat traveling yang serupa dengan beberapa destinasi yang ada di negara lain. Berikut beberpa tempat tersebut seperti yang dikutip dari bintang.com

Air Terjun Maromo, Sulawesi Tenggara
Megahnya air terjun Niagara yang sudah ternama seantero dunia itu ternyata bisa kamu nikmati di air terjun yang berlokasi sekitar 60 kilometer dari Kendari. Sedikit berbeda dengan Niagara, tebing di sekitar air terjun Maromo bisa kamu daki untuk merasakan sensasi berada di air yang jatuh dari ketinggian seratus meter.

Air Terjun Moramo, Sulawesi Tenggara.

Air Terjun Niagara, Amerika Serikat.

Candi Sukuh, Jawa Tengah
Lokasi destinasi yang mirip dengan Chichen Itza di Meksiko ini berada di lereng Gunung Lawu. Tepatnya ada di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, Karanganyar. Berbeda dengan candi Hindu lainnya, Sukuh jadi peninggalan Kerajaan Majapahit yang ‘tak mau’ menghadap ke arah matahari terbit, melainkan ke arah Barat.

Candi Sukuh, Jawa Tengah.

Chichen Itza, Meksiko.

Taman Nasional Wasur, Papua
Salah satu tempat terbaik untuk menikmati kehidupan liar di timur Indonesia ini ternyata dipenuhi hewan-hewan yang punya kemiripan dengan hewan Australia. Jadi satu bukti kalau daratan Australia pernah menyatu dengan Indonesia, Taman Nasional Wasur jadi satu tempat paling tepat untuk menikmati nuansa Australia di tanah air.

Taman Nasional Wasur, Papua.

Australia.

Green Canyon, Jawa Barat
Nama destinasi yang berlokasi di Cijulang, Pangandaran , Jawa Barat, ini memang berasal dari tempat yang punya rupa yang hampir sama dengannya, Green Canyon. Bukan di Amerika Serikat, namun air hijau yang dikukung gunung-gunug batu ini ada di Indonesia. Kamu bisa menyusuri sungai dengan berenang, menaiki perahu, bahkan sambil memancing.

Green Canyon, Jawa Barat.

Green Canyon, Amerika Serikat.

Parangkusumo, Yogyakarta
Bukan tanpa alasan kalau Parangkusumo memang disebut-sebut sebagai Gurun Saharanya Indonesia. Kontur pasir yang kian berubah-ubah membuat destinasi ini selalu menarik untuk dikunjungi, terlebih bagi kamu yang menyukai fotografi. Sejauh mata memandang hanya pasir yang terhampar hingga 15 kilometer ke depan.

Parang Kusumo, Yogyakarta.

Gurun Sahara, Afrika.

Gunung Padang, Jawa Barat
Sama-sama berada di puncak gunung dengan batu-batu yang membentuk satu reruntuhan bangunan yang mungkin saja megah pada zamannya. Situs Gunung Padang memang begitu mirip dengan Machu Picchu yang ada di Peru. Menikmati situs kuno sambil beteman hawa pegunungan yang sejuk adalah satu cara terbaik untuk mengisi perjalanan.

Gunung Padang, Jawa Barat.

Machu Picchu, Peru.

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Tanah Jawa juga ternyata punya nuansa Afrika. Taman Nasional Baluran yang jadi buktinya. Hamparan savana yang dipenuhi hewan-hewan liar yang bergerak dengan begitu bebas memang menghantarkan nuansa Afrika ke timur pulau Jawa. Kamu bisa berkemah sambil menikmati hamparan bintang yang menyesaki pekatnya langit malam.

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Afrika.

Tak melulu harus bertandang ke negeri asing untuk jadi turis di sana. Ternyata Indonesia pun siap memberi nuansa yang serupa. Deretan destinasi di atas bisa jadi pilihan saat kamu sedang punya waktu rehat yang relatif lebih singkat. Kalau tahu destinasi lain di Indonesia yang juga mirip dengan berbagai tempat di dunia, langsung tambahkan di kolom komentar saja.

sumber

Masukan Email Anda Disini Untuk Berlangganan Artikel Kami:

Delivered by FeedBurner

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Commentators

Jangan Lupa Like-nya !

My Friends